Refleksi 20 Tahun Gempa Bantul: Deputi Kemenko PMK dan BNPB Apresiasi Inovasi EWS Terintegrasi ORARI Daerah DIY

 

BANTUL – Peringatan 20 tahun bencana gempa bumi tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 silam menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali kesiapsiagaan mitigasi bencana. Bertempat langsung di kawasan yang menjadi episentrum gempa bumi 2006, digelar panggung sarasehan refleksi yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, daerah, serta para pegiat kebencanaan.

Di tengah jalannya rangkaian acara, stan pameran ORARI Daerah (ORDA) DIY menjadi salah satu pusat perhatian utama. Stan tersebut mendapat kunjungan kehormatan dari Bapak Lilik, Deputi Bidang Koordinasi Penanganan Pascabencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), yang pada malam tersebut juga didampingi oleh jajaran Deputi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kehadiran para petinggi instansi penanggulangan bencana nasional ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Teknik ORARI Daerah DIY, Bapak Rifqi Rahmawan (YC2VCA). Dalam kesempatan tersebut, YC2VCA memberikan edukasi mendalam mengenai peran krusial radio amatir dalam kedaruratan serta memaparkan inovasi mutakhir yang tengah dikembangkan oleh ORARI DIY.

Inovasi EWS Terintegrasi yang Memikat Perhatian

Fokus utama yang menarik perhatian besar dari Deputi Kemenko PMK dan BNPB adalah sistem Early Warning System (EWS) Gempa Bumi inovatif besutan ORARI DIY. Sistem peringatan dini ini dirancang dengan menjembatani (link) data langsung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang kemudian diintegrasikan secara otomatis ke jaringan radio komunikasi/Handy Talky (HT) para relawan dan masyarakat.

Melalui integrasi ini, sinyal peringatan dini ataupun parameter gempa signifikan yang dirilis BMKG dapat langsung ditransmisikan secara real-time menjadi pesan suara atau sinyal telemetri khusus melalui frekuensi radio. Hal ini memastikan informasi krusial tetap tersampaikan ke hilir, bahkan dalam skenario terburuk ketika infrastruktur telekomunikasi seluler umum lumpuh pasca-gempa.

Bapak Lilik menyatakan ketertarikan yang sangat besar terhadap efisiensi dan keandalan sistem ini. Menurutnya, integrasi teknologi hulu (BMKG-BPBD) hingga langsung menyentuh perangkat genggam (HT) di tingkat akar rumput merupakan langkah konkret mewujudkan ketangguhan komunitas berbasis teknologi lokal.

Dengan adanya apresiasi dan ketertarikan dari pihak Kemenko PMK serta BNPB, diharapkan kolaborasi taktis antara pemerintah, lembaga pembuat kebijakan, dan ORARI DIY dapat terus ditingkatkan demi menciptakan ekosistem mitigasi bencana yang lebih tangguh dan adaptif di masa depan.

Belum ada Komentar untuk "Refleksi 20 Tahun Gempa Bantul: Deputi Kemenko PMK dan BNPB Apresiasi Inovasi EWS Terintegrasi ORARI Daerah DIY"

Posting Komentar

‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel